"Mangkang Menua,Mangkang Dunya,Ngetan Ke Bansa!!"

February 2, 2010

The TRUE Pengayau

Filed under: Pengayau — Pengayau @ 1:27 am
Tags:

Taken from Komunitas Blogger Dayak

Catatan dari Tragedi Sampit

Seorang pemuda bersenjata mandau duduk tepekur di trotoar jalan, di
Depan Hotel Putra Sampit, Kotawaringain Timur, Kalimantan Tengah
(Kalteng). Mandau di tangannya masih meneteskan darah. Matanya tampak
berkaca-kaca, dan sesekali ia sesenggukan. Ahmad, pemuda beretnis
Banjar yang kebetulan rumahnya dekat dengan trotoar jalan itu,
memberanikan diri menghampiri.

Ahmad bertanya dalam bahasa Melayu, ternyata pemuda yang sedang
menangis itu tidak mengerti. Ia tak lain adalah warga Dayak pedalaman.
Lalu, terjadilah dialog dalam bahasa daerah. “Kenapa Anda menangis,”
tanya Ahmad. “Bagaimana tidak, saya telah melakukan pembunuhan,” jawab
pemuda Dayak itu. Pemuda Dayak itu lantas nyerocos, kalau mengingat
pembunuhan yang dilakukannya, ia merasa kasihan pada warga Madura.
Tapi jika mengingat kelakuan etnis asal pulau garam itu, akunya, rasa
kasihannya menjadi hilang.
Pemuda itu hanyalah salah satu dari ratusan pemuda Dayak yang
melakukan penyerangan ke Sampit. Menurut budayawan Dayak Kalteng,
Gimong Awan, memang banyak di antara warga Dayak yang mengikuti
‘peperangan’ itu adalah pemuda berusia di bawah 30 tahun. Penyesalan
setelah membunuh itu muncul, duga Gimong, karena telah habisnya
pengaruh ‘isian’ yang dilakukan oleh orang sakti Suku Dayak. Para
pemuda itu, sambungnya, kebanyakan adalah pemuda lugu yang tidak
jarang juga pengangguran.

Seperti disaksikan oleh banyak warga Sampit, sebelum melakukan
penyerangan, beberapa subsuku Dayak memang malakukan ritual. Warga
Dayak yang ikut ritual itu setelah diisi, kulitnya dicoba disayat satu
per satu. Apabila ada yang luka, berarti ia tidak berbakat untuk
mendapatkan ‘kekebalan’. Bagi yang digores tidak berdarah, maka ia
lulus sebagai inti dari pasukan perang Dayak.

“Isian itu dilakukan seperti di Pencak Silat semacam Satria
Nusantara,” ujarnya. Selepas ‘isian’ habis, tambahnya, mungkin mereka
baru menyadari bahwa pembunuhan yang dilakukannya itu dilarang oleh
agama yang mereka anut.

Tapi, apa yang membuat suku Dayak di Kalteng begitu kalap dalam
menghadapi warga Madura? Hampir semua warga dan tokoh Dayak yang
ditemui Republika menunjuk perilaku kebanyakan etnis Madura sebagai
penyebabnya. H Charles Badarudin, seorang tokoh Dayak di Palangkaraya
menceritakan kelakuan warga Madura banyak yang tidak mencerminkan
peribahasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Ia
mencontohkan salah satunya dalam soal tanah.


Banyak warga Madura yang baru datang ke Kalteng meminjam tanah kepada
warga Dayak. Di atas tanah itu kemudian dibangun rumah, atau kadang
ditanami sayur mayur. Status tanah itu sebenarnya tetap pinjaman,
warga Dayak tak menarik sewa. Setelah beberapa tahun, tanah itu pun
diminta karena suatu keperluan. Tapi, bukan tanah yang dikembalikan,
namun celurit yang justru dikeluarkan. “Ketika ditunjukkan surat
kepemilikan tanah, orang Madura bilang, kamu punya suratnya, saya
punya tanahnya,” ujar Charles, yang mengaku kemenakan pahlawan
Kalteng, Tjilik Riwut.

Kasus seperti itu dinilai warga Dayak terlalu sering terjadi. Bukan
hanya itu, tak jarang terjadi pembunuhan yang dilakukan warga Madura,
namun aparat hanya menangkap sebentar kemudian melepasnya. ‘Kenakalan’
semacam itu tidak hanya terjadi di perkotaan. Sebagai pendatang, warga
Madura juga berani masuk ke daerah pedalaman, seperti wilayah
pertambangan. “Ada untungnya orang Madura mengungsi. Saya jadi aman
dari perampokan,” tutur Surti, pendatang dari Jawa yang tinggal di
daerah pertambangan bersama suaminya.

Di bidang ekonomi, warga Madura pun menguasai hampir semua sektor.
Warga lokal hampir selalu kalah bersaing dalam memperebutkan lahan
usaha. Di pelabuhan misalnya, sulit bagi etnis lain untuk menjadi
buruh kasar sekalipun, tanpa restu oreng Madura. Konon, yang masuk ke
lahan mereka tanpa restu, bisa dibunuh.


Dominasi di bidang ekonomi itu tampak jelas, karena setelah orang
Madura dipaksa mengungsi, warga Sampit dan Palangkaraya kesulitan
mencari sembilan kebutuhan pokok (sembako). Pasalnya, tak ada lagi
pedagang eceran, karena semuanya mengungsi.

Akumulasi permasalahan itu menjadikan warga Dayak sakit hati.
Kejadian, 18 Februari 2001 hanyalah pemicu terjadinya perang
besar-besaran. Pada hari itu terjadi pembunuhan terhadap empat orang
keluarga Matayo di Sampit. Itu membuat marah warga Madura. Mereka
mencari pembunuhnya yang diduga bersembunyi di rumah Timil, seorang
warga Dayak. Mereka mengepung rumah keluarga Timil itu. Dalam situasi
panas itu, apalagi warga Dayak dari rumah Timil keluar juga memegang
mandau, aparat kepolisian datang. Mereka kemudian menangkap 38
tersangka dari suku Dayak yang diduga melakukan pembunuhan terhadap
keluarga Matayo.

Puas? Ternyata belum. Warga Madura tetap melampiaskan kemarahannya.
Mereka mendatangi rumah Sengan, warga Dayak yang masih ada hubungan
darah dengan Timil. Mereka bahkan membakar rumah itu. Naas bagi Timil.
Dia bersama anak dan cucunya tewas terpanggang. Kemarahan warga Madura
belum berhenti. Hari itu, mereka setidaknya melakukan pembakaran
terhadap 14 rumah dan 10 kendaraan bermotor. Sampai esok harinya
(19/02), warga Madura menguasai kota Sampit. Mereka memburu warga
Dayak. Mereka keliling kota dengan membawa clurit, baik dengan jalan
kaki maupun memakai kendaraan bermotor. Ada beberapa spanduk yang
dipasang, di antaranya “Sampit, kota Sampang II”.

Tiga orang Dayak tewas dalam insiden ini. Pengungsian warga Dayak,
Jawa, Banjar, dan Tionghoa mulai terjadi. Rumah jabatan bupai
Kotawaringin Timur mulai dipadati pengungsi. Ribuan orang mengungsi ke
Jawa dengan KM Binaiya. Entah siapa yang mengontak, mulai 20 Februari
2001, warga Dayak dari luar kota Sampit, termasuk dari pedalaman,
menyerbu Sampit. Pertempuran sengit pun terjadi. Warga Madura keteter.
Warga Dayak membakar dan merusak rumah warga Madura. Penghuninya pun
diburu. Pemenggalan kepala mulai banyak terjadi. Warga Dayak ganti
menguasai kota.

Esoknya (21/2), perburuan Dayak masih terjadi. Malah wilayah pencarian
kian meluas, keluar dari kota Sampit. Sementara perlawanan warga
keturunan Madura kian melemah. Mereka lebih memilih mengungsi, atau
lari ke hutan. Kantor Pemda setempat menjadi pilihan pengungsian yang
dipandang paling aman. Hari-hari berikutnya, langkah ‘pembersihan’
masih terjadi. Baru pada Rabu (28/2) situasi berangsur tenang, meski
tetap saja ada aksi pembakaran di sana sini. Pun, jejak kerusuhan
berupa mayat –sebagian besar tanpa kepala– masih berserakan di
sungai-sungai. Bau anyir mayat menyengat hidung.

Warga Sampit meyakini korban tewas tanpa kepala mencapai lebih dari
1.000 orang. Dalam budaya Dayak memang dikenal istilah ngayau,
eksekusi dengan memenggal kepala lawan. “Budaya itu sebenarnya telah
dihentikan dengan adanya perjanjian Tumbang Anoy (letaknya kira-kira
300 KM timur Palangkaraya) pada 1884,” ungkap Gimong.

Dalam sejarah Dayak pun, kata dia, jarang sekali ada ngayau yang
mencapai angka ratusan atau bahkan ribuan. Tapi, ujar Gimong, pernah
ada satu ngayau besar-besaran sebelum peradaban Islam menyentuh
Kalimantan. “Kejadian itu disebut Asang Paking Pakang,” tuturnya.
Dalam kejadian itu, warga Dayak di hulu sungai-sungai besar menyerang
secara besar-besaran warga Dayak di hilir sungai. “Beribu-ribu pasukan
Dayak hulu, seperti tikus, melakukan penyerangan,” kisah Gimong.
“Dayak hulu merasa kelakuan Dayak hilir sudah keterlaluan. Mereka
sakit hati karena banyak anggota kelompok mereka yang dikayau.”

Dalam penyerangan itu, tak peduli anak-anak atau perempuan, di- kayau.
Asang memang berarti pembunuhan berskala besar. Ketemu perahu,
dihancurkan. Dapat ternak juga di sikat. Bahkan, dapat kuburan pun
mereka bongkar dan hancurkan. Melihat pola dan jumlah korban dalam
tragedi terakhir di Sampit, Gimong menilai mirip dengan Asang Paking
Pakang. “Tragedi Sampit adalah Asang Paking Pakang jilid dua,”
katanya. Tapi, dalam pandangannya, kejadian itu adalah kemunduran 100
tahun bagi suku Dayak. thonthowi djauhari

75 Comments »

  1. aku anak sampang dan pengin titip salam buat orang dayak di sampit “KLO BERANI JNGAN BERPERANG DI DAERAH SENDIRI Q TNGGU D TANAH JAWA” aku tnggu balasanya.
    SULAIMAN PUTRA DAERAH SAMPANG

    Comment by DONY — May 3, 2010 @ 1:03 pm | Reply

    • kau yg buat onar di tanah orang..

      Comment by awer — May 22, 2010 @ 12:23 pm | Reply

    • ae klo brani sebut nama,,,tinggal dmn,,,rmh km jln mana,,,jngn sok nantang org dayak,,,org dayak tu ramah,,tpi kmi ga suka d usik,,sama dngn suku klian,,,ular aja d usik marah,,aplgi kmi yg d usik,,y psti mrah lah,,,tarik kmbali omongan km yg gada otak ny,,,,

      Comment by yanor — June 11, 2010 @ 10:18 am | Reply

      • bravo for our family,saudaraku dari etnis suku dayak kalimantan,baik barat,timur,tengah dan selatan,marilah kita bersatu,membangun bumi kalimantan tercinta ini yg penuh dengan berbagai kekayaan alam dan budaya..kita tidak perlu menonjolkan kehebatan,kekayaan,keistimewaan pada suku etnis lain,biarkan fakta yg bicara..berjuta juta etnis suku lain ber bondong2 datang kebumi kita tercinta kalimantan,itu semua mengandung arti bahwa bumi kita sangat kaya dan disenangi oleh etnis lain..suku dayak bukan penjajah atau perampok,pengacau dan pencari masalah pada etnis lain..suku dayak berjiwa sabar,pendiam dan toleran serta selalu menjaga keharmonisan dengan suku etnis lain,terbukti dengan adanya perkawinan silang dengan etnis lain termasuk juga etnis madura..tp diam dan sabar serta toleran itu selalu ada batasnya..jadi jgn sekali kali mencari masalah dengan suku dayak manapun,kalo masih sayang dengan nyawa anda smua…kecuali sudah bosan hidup….salam sejahtra buat anggota gepak dimanapun kalian semua berada…tuhan selalu memberkati kita semua,selama kita berada dijalan yg benar…tingkatkan tali persaudaraan bersatulah kalimantan….goodbless to gepak etc….

        Comment by dayak kaharingan — August 10, 2010 @ 3:30 am | Reply

    • WOI jangan bawa – bawa tanah jawa donk !!!! Orang – orang yang ada di pulau jawa itu saudaraku semua !!!!
      Klw berantem ayo di pulau madura atau DI TANAH MADURA !!!!!

      Comment by ANTI-MADURA — July 1, 2010 @ 10:09 am | Reply

    • MEDURO = JANCOK, MEDURO = YAHUDI, MEDURO = ZIONIS, LEMAH JOWO # LEMAH MEDURO

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:11 pm | Reply

      • yang zionis tu israEl bang..kamu kalo gak tau tentang madura jangan komen..biasa aja kale’ aku yo orang jawa..tapi aku gak ngeliat suku MADURA
        seprti apa yang telah kamu fitnahkan.

        Comment by RONY — December 20, 2010 @ 11:07 pm | Reply

    • benar katamu, tunggu saja balasannya…kami akan datang ke sampang dan akan kami ganti namanaya jadi SAMPIT KE 2…camkan itu !!, jd klo ngmong hati2…!!

      Comment by ferdy — October 7, 2010 @ 1:53 pm | Reply

      • oke di persilahkan,,

        Comment by RONY — December 20, 2010 @ 11:13 pm | Reply

  2. kita semua bersaudara, aku suku jawa yg tinggal dimedan memiliki keluarga yang heterogen, adik2 orang tua aku ada yang menikah dengan suku batak, karo, gayo,melayu tp kami bs saling menyayangi dan menghargai.jangan ada lg pertengkaran antar etnis suku ya, dimanapun kita apapun suku kita,kita tetap saudara, jd harus saling menyayangi, menghargai dan sling menghormati.

    Comment by icha — May 8, 2010 @ 9:43 pm | Reply

  3. Bravo saudaraku DAYAK se-BORNEO BERSATULAH lawan para pengacau yg membuat suasana tak kondusif diseluruh tanah Borneo. Tapi tolong jgn ganggu saudara2 yg dari JAWA karena mereka akan membantu pembangunan di Tanah Dayak. Syaloom…

    Comment by Shooterman — May 9, 2010 @ 10:32 am | Reply

    • Danum Kaharingan Belum

      Comment by awer — May 22, 2010 @ 12:35 pm | Reply

    • MANUT!!! AYO SINGKREKNO MEDURO TEKO LEMAH JOWO!!!!

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:15 pm | Reply

      • aneh,,,,,,,,,sesama manusianya kok adu otot,,,!!!!!!agama sudah disebar luaskan di negeri ini,ajaranya pun melarang adu otot jg cekcok mulut jg yng lainya yang berbentuk kekerasan,,,,,!!!! apalagi agama islam : di dlm islam kita di ajarkan untuk saling menghormati antra satu dan yng lainya,apalgi manusia,,lawong hewan aja harus di hormati,mari lupakan masa lalu bangun masa depan yang lebih baik,negeri ini blm lepas dari krisis ekonomi,klo wrga indonesia seperti ini,apa tidak malu sama negara yang lain,,,saya sendiri bersuku madura tetapi saya jg tidak seneng/suka/benci sama orang madura yang membuat onar,,,karena bagi saya siapapun yang membuat onar berarti dia bersalah,!!!!jd bagi teman2 semadura ingat berfikirlah pake kepala jga teman2 yang bersuku dayak ato yang lain jng mau di adu domba,,,,,,,,tks

        Comment by adam — November 11, 2010 @ 10:38 pm | Reply

  4. apa sebenarnya yg dicari di dunia ini……..? semua hanya sementara. jngn biarkan amarah menghancurkan semua, sebagai satu bangsa Indonesia, lebih2 sesama muslim mari ciptakan kerukunan demi kita dan kehidupan anak cucu kita kelak, kita adalah bangsa besar

    Comment by aboutkiasworld — May 13, 2010 @ 1:02 am | Reply

  5. pertahankan wilayah kalian kita sebangsa tapi jangn sampai merebut hak milik,jangn suka mengambil yg bukan hak nya…

    maju terus pasukan panglima burung

    Comment by awer — May 22, 2010 @ 12:19 pm | Reply

    • MEDURO = YAHUDI, MEDURO = ZIONIS, LEMAH JOWO # LEMAH MEDURO

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:17 pm | Reply

  6. bangsat suku madura, kita pemuda dayak jangan mau d’jajah bumi kita tercinta ini….Penggal kepala Madura….

    Comment by andi — May 26, 2010 @ 12:01 am | Reply

    • yaaaaah….tepat sekali saudaraku,sejarah negara kita juga berjuang mati2an demi kemerdekaan,darah dan nyawapun kita taruhkan demi membela bumi indonesia tercinta,sama halnya dengan kita semua,kita tidak pernah menjajah suku lain,namun bila kita dijajah lebih baik hilang nyawa daripada hilang wibawa atau jadi jajahan suku lain,suku dayak selalu menerima kedatang suku manapun tp tidak bagi suku manapun yang ingin menjajah…cerita keampuhan ilmu dayak sudah tersebar keseluruh pulau di indonesia,ada satu kisah nyata terjadi pada suku sunda,ketika saya di disanggata,dia seorang insinyur perhutanan bpknya seorang paranormal tangguh dikampungnya,namun tidak sanggup menyembuhkan anaknya yang terkena jampi2 suku dayak,bermula krn menyakiti perempuan dayak dgn janji utk menikahi namun diingkarinya,sekarang insinyur itu tak bisa pulang2 kekampungnya,walau sudah pulang namun tetap ingin kembali kekalimantan sampai akhirnya saya dengar menjadi gila dan dipasung..cerita itu saya dengar dari teman satu kampungnya…itu hanya sebagian kecil ilmu dayak…parang terbang sudah terdengar oleh banyak orang…bagi yang pernah menginjak bumi kalimantan…cerita lainya mungkin kita masih ingat dengan nasib manusia kawat…walau demikian kita masih tetap menjaga keharmonisan dan tali persaudaraan dengan suku2 manapun,selama mereka masih mau menghargai dan menghormati baik hukum negara maupun hukum adat ataupun budaya setempat…dikalimantan mungkin masih lebih baik hukum yang dipakai,coba saja di papua sana,teman saya dari suku ambon menabrak suku pribumi(papua)sudah babak belur mungkin saja koma,masih kena denda uang darah ratusan juta,namun tetap saja orang tuanya mengikuti aturan hukum setempat,krn memang hukum tersebut sudah berlaku sejak nenek moyang mereka..adabaiknya juga hukum tersebut diberlakukan,supaya semua etnis pendatang selalu berhati2 dan menghormati hukum,budaya dan tradisi etnis pribumi….terimakasih…salam untuk suku dayak kaltim,kalbar,kalsel dan kalteng….juga seluruh anggota gepak dimanapun berada….bravo teman..

      Comment by dayak kaharingan — August 10, 2010 @ 4:13 am | Reply

    • SALUT!!! PEMUDA DAYAK = HEROIK!!! BANTU SADARKAN ORANG JAWA UNTUK USIR ORANG MADURA DARI TANAH JAWA!!!

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:19 pm | Reply

      • JARE SOPO BANG,BUKTINYA SURAMADU TELAH BERDIRI..
        JADI MANA MUNGKIN KAMI BERPISAH.

        Comment by RONY — December 20, 2010 @ 11:16 pm | Reply

  7. saya tidak akan berkomentar terlalu banyak,,, pertanyaan saya: apa sich yang sebenarnya kalian cari?????????????
    berseteru antar suku,ibarat pertandingan,klu dah menang apakah suku kalian akan mendapat piala??? Pengakuan dunia???? Akankah di akui oleh suku kalian, kalau kalian semua PAHLAWAN???? Kita bisa selesaikan semua ini dengan kepala dingin( jgn di penggal dl, ntar ga bsa mikir,,,lagi,,) KIta harus libatkan semua pihak, pmrnth pusat, daerah, aparat2 terkait lainnya, jgn hanya berpikir MODERAT (MOdal DEngkul(lutut:>bhs Ind) dan uRAT), jdnya spt ini. Bagi saya, kita semua sama, ga da beda. Jaga Indonesia tetap damai, seperti 14 thn yll OK?, turut belasungkawa buat kalian semua,,,,,,,, salam.

    Comment by aan — May 30, 2010 @ 12:37 am | Reply

  8. pada intinya jangan mengacau di kampung orang,, orang2 madura telah melakukan kesalahan dengan sok jagoan di kampung orang.. coba lihat orang2 dayak selalu mengalah dengan pendatang, mereka tidak pernah memulai berbuat kekacauan atau sombong2an seperti yang orang madura lakukan, kemana2 bawa celurit padahal di tengah kota.. klo orang dayak bawa mandau hanya klo di hutan untuk berburu..

    orang dayak itu pemdiam karena sabar.. tapi klo sabarnya habis yach seperti sampit itulah akibatnya..
    makanya jangan sombong.. kami orang kalimantan tidak pernah berbuat obar dikampung orang..

    dimana kaki berpijak.. disitu langit di jinjing..

    Comment by suraj — June 1, 2010 @ 12:15 pm | Reply

  9. saudaraku terkasih….. jgnlah kemarahan menjadi jalan terakhir dalam penyelesaian masalah. aku yakin saudaraku semua punya agama dan tuhan…… saudaraku dari dayak yang mayoritas seiman dengan saya ingatlah Tuhan sangat mengasihi orang yang memusuhinya. hinnga demi dosa-dosa kita Tuhan rela disalipkan. saudaraku mrilah kita kembali kejalan Tuhan dan menjalankan firmanNYA. saudaraku yang dari madura janganlah membuat orang menjadi marah, jadikanlah peristiwa di tanah kalimantan sebagai instropeksi sifat dan karakter yang kurang berkenan terhadap orang lain. marilah kita salling hidup berdampingan dengan damai seperi yang diharapkan Tuhan.

    Comment by doni — June 6, 2010 @ 11:55 am | Reply

  10. Menanggapi SULAIMAN PUTRA SAMPANG,,Engko’ tak Setuju dengan Omongan Sampeyan Yang Membawa Pulau Jawa Untuk Jadi Ajang “Ladang Pertempuran”,,Kalau Sampeyan Berani Dan Berjiwa Satria (maaf Punya Biji Kelamin),,Datang dan Bertarunglah 1 lawan 1,niscaya akan di terima dengan Baik..

    Comment by matlojeng — July 6, 2010 @ 3:43 pm | Reply

    • MEDURO JANCOKKK!! ISOK’E NGRUSONI AE KAPAN LEMAH JOWO BEBAS TEKO MEDURO???

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:21 pm | Reply

  11. Helo..kawan indonesia ngak usah gaduh -gaduh lah . Hal kechik . Org madura next time jangan datang kalimantan . Menetap sahaja di pulai madura.
    Dan akhir kata buat sex banyak – banyak . Ngak usah gaduh tonton lah filem danggut aja.

    Comment by Make love not war — July 9, 2010 @ 1:35 pm | Reply

  12. “Dimana bumi dipijak..disitu langit dijunjung” itu peribahsa orang bener…
    tp klo Madura..”Dimana bomi dipijak..diseto keta boka warong de’..”..”Tanah ene melek Tohan..bokan milik sampeyan..ta iye..”….

    Semanis apapun mereka minta numpang di tanah ksong atau halaman…klo itu Madura..JANGAN DIKASIH !! Percaya deh ma gua..

    Comment by mad_katro — July 24, 2010 @ 7:05 am | Reply

  13. orang madura memang keparat,aku orang jawa tapi sangat benci dengan madura…bantai madura……..

    Comment by torosableng — August 16, 2010 @ 8:21 pm | Reply

    • AYO KUMPUL!!! KAPAN SAMPIT PART2 DI TANAH JAWA

      Comment by wong jowo — September 29, 2010 @ 7:26 pm | Reply

  14. kalo mau pada perang tuh perang aja dengan negara lain yang menindas kita,
    tuh malaysia menghina negara kita kawan,,
    jgn sesama suku seindonesia kita perang,,,
    yukk bareng2 kompak hadapi malaysia biadab.

    nih link blog orang malaysia yang menghina indonesia kita
    http://indonbodoh.blogspot.com/

    Comment by damnstory — September 1, 2010 @ 3:20 pm | Reply

  15. semua saudaraku
    semua kawanku
    apapun suku kalian
    kalian tetap saudaraku
    mariolah kita bersatu
    yang sudah berlalu ya sudah
    ga usah diungkit-ungkit lagi…
    tanah jawa tanah damai, jangan dijadikan ajang pertempuran…
    mari kita koreksi kita sendiri…
    perang, tidak menyelesaikan suatu masalah….
    kita sama-sama berdiri dibawah naungan NKRI…mari bersatu bangun bumi pertiwi….salam damai untuk semua suku di Indonesia…

    Comment by peace_man — September 2, 2010 @ 12:49 pm | Reply

  16. tai lasoo smua………

    Comment by wawan — September 6, 2010 @ 1:54 pm | Reply

  17. itu buat pengalaman tuk semua suku, hargai suku asli, jangan seenak kita aja, coba kalo kita yg digitukan, mau enggak, piss bro

    Comment by fakri — September 8, 2010 @ 10:49 am | Reply

  18. kalau memang mau perang jangan sama saudara sendiri deh, malu!!! tuh kalau mau perang ada Malaysia yang udah mulai mengusik kita….

    Comment by iwan — September 16, 2010 @ 4:39 pm | Reply

  19. ya ayo kita perang ma malaysia jangan perang ma indonesia kan gak ada untungnya masa indonesia vs indonesia nantikan yang menang juga indonesia mending perang ma malaysia nantikan indonesia vs malaysia siapa tau indonesia menang

    Comment by rachel — September 28, 2010 @ 1:27 pm | Reply

  20. klo di Sarawak, Malaysia ni.. orang-orang Madura sudah lama tidak dilayani.. Melayu di sini juga bilang orang2 madura memang berketurunan pengganas dan tamak… Salam dri Dayak Sarawak Malaysia…

    Comment by Charles Erwin — September 29, 2010 @ 2:37 am | Reply

  21. Wah jangan seperti itu donk, di Malaysia juga banyak keturunan Indonesia (Dayak, Bugis, Jawa). Perang tidak menyelesaikan masalah kita semua saudara, saya sudah lama tinggal di Indonesia. Untuk Kalimantan memang harus merubah pola hidup dan etos kerja, jika orang kalimantan menyeberang ke serawak meski sama2 dayak, pola kerja sudah berbeda, kami rajin bekerja, mengurangi minum (yang sifatnya hura2) jika masih dipertahankan malas2an dan minum setiap malam menghabiskan beringgit-ringgit uang, mau datang dari mana pun pendatang, tetap akan kalah secara ekonomi, itulah mengapa malaysia timur maju.

    Comment by Orang Malaysia — October 1, 2010 @ 4:26 pm | Reply

  22. Bersatulah saudara-saudaraku!
    kamu yang dayak, madura, batak, betawi, sunda, jawa, bali, bugis, papua, maluku semua orang Indonesia, Bersatulah! kalo kita saling tengkar dengan saudara sendiri yang senang Amerika, Malaysia, Australi, Singapur yang telah mengeruk kekayaan Indonesia, Maka itu Bersatulah Indonesia! Mari kita depak orang asing yang mengeruk kekayaan Indonesia tercinta ini….!
    Gayang Malaysia!
    Gayang Singapura!
    Gayang Amerika!

    Bravo OI

    Comment by Pengawal NKRI — October 1, 2010 @ 6:38 pm | Reply

    • buat suku madura..
      sedikit sopan saja dengan tuan rumah…
      gak salah bila suku dayak berontak..
      kami di tanah jawa pun kadang di tindas..tp kita msh toleransi…
      kami usahakan tdk ada peperangan lagi..

      Comment by sidoarjo boys — December 20, 2010 @ 12:51 pm | Reply

  23. ORANG” DAMPANG SULAI” GOBLOK, APA IYA INI ORANG MADURA, YANG KOMENTAR PERTAMA, … JANGAN JANGAN DIADU DOMBA LAGI,

    HATI HATI PROPOKASI !!!!, LHU DIMANA , KASIHAN SAUDARAMU YANG ADA DIKALIMANTAN UDAH BANYAK YANG PULANG KEMBALI dan DAMAI, HATI HATI KALO NGOMONG, …KALO PERLU LAPORIN SAMA POLISI,…!!!, DIA POSTING DIINTERNERT MANA < JAM BERAPA ITU KETAUAN,…

    SALAM PERDAMAIAN, mari kita damai saudaraku,…tapi jangan sekali kali menghina suku asli..!!! hati hati…

    Comment by banjar — October 3, 2010 @ 5:05 pm | Reply

  24. saya orang bugis sangat cinta damai……suku mana pun tidak suka adanya perang mari kita bersatu bersama2 membangun ka;imantan agat makmur dan sejahtera……by. ogi wajo

    Comment by andi samat — October 21, 2010 @ 9:46 pm | Reply

  25. Sudahlah teman-teman tidak ada untungnya saling bermusuhan… biarlah tragedi itu menjadi sejarah yg kelam dan harus dikubur dalam-dalam… harus kita ingat bahwa kita itu bangsa Indonesia… nenek moyang kita dulu bersatu melawan musuh yang bernama “PENJAJAH” saat ini mari kita bersatu memajukan bangsa Indonesia yang tercinta ini hanya ada satu musuh kita yaitu Kebodohan dan kemunduran…

    Comment by Rico Rilano — October 21, 2010 @ 10:21 pm | Reply

  26. Madura beraninya keroyokan….

    Madura nggak punya sifat rendah hati, dimana-mana selalu rusuh dengan masyarakat lokal. Madura senengnya berputih tulang….

    Sama orang Dayak di Kalimantan rusuh…
    Sama orang Betawi di Jakarta rusuh…
    Sama orang Banten di Jakarta rusuh…

    Kalo begini caranya, lama2 etnis Madura bisa punah dari Indonesia…..

    Comment by JAWARA TANAH JAWA — October 29, 2010 @ 2:58 pm | Reply

  27. hai madura km itu dmana2 bikin resek tok ga di sampit,jakarta,sda…. wes kemproh…. aku orang jawa siap membantu orang dayak untuk membasmi madura

    Comment by sandi — November 5, 2010 @ 6:37 pm | Reply

  28. apa bertarung2 kayak orang primitif aja….malu sama bangsa lain indonesia kok g bisa bersatu apa mau dija2h lagi sama bangsa lain………….

    Comment by wong indonesia — November 6, 2010 @ 10:46 pm | Reply

  29. peace man….peace…

    Comment by satria — November 8, 2010 @ 11:48 am | Reply

  30. Sy orng sumenep , nama sy muhlez riyadi . . Tolong jg mulut kalian yg blng madura pembuat onar,,tidak semua masyarakat madura itu pembuat onar..cba dtng aja ke sumenep..ank sumenep orngx rmah2 dan cinta damai , ,jd intix sy mewakili orng madura meminta maap yg sebesar-besarx kpd sluruh masyarakat d’indonesia terutama di suku dayak..tlong maklumi sfat kami yg anarkis . .

    MADURA SALAM SATU JIWA,,

    Jka da yg mw koment hub.081805333252

    peace

    Comment by Muhlez anak madura sumenep cinta damai — November 10, 2010 @ 12:15 am | Reply

  31. saya noa asli anak jawa kota malang,kmi juga sama sekali tidak suka.dan benci sekali dengan warga mdura anjing…!!!suku kami bukan takut dengan anda.suku kami menghadapi sesuatu tidak perlu dngan kekasaran,apalagi klo berhadapan dengan orang yang tidak berpendidikan seperti madura.kami tidak takut denganmu anjing madura.buat suku dayak.trima kasih telah membersihkan orang2 madura di tanah sampit.semoga persaudaraan kita selalu terjaga///

    Comment by noa — November 10, 2010 @ 3:27 am | Reply

  32. ribut aja nih orng, mending pikiran tu gimana hidup kalian kedepannya ntar,..??

    Comment by putra sumatera — November 11, 2010 @ 12:58 am | Reply

  33. anjing !!!
    bangsat !!!
    Gak tau malu smua. .
    Orang Indonesia jago kandang . .
    Lawan itu malaysia babi anjing.
    Buat madura, gak usah bw2 nama jawa!
    Asu ii.

    Comment by POETRA MAHESA DARAH JAWA — November 11, 2010 @ 9:29 pm | Reply

  34. Wahai laskar2ku mari kita gerakkan sapu bersih sampai akar2nya …

    Target kita luluh lantakkan Pulau madura sampai tenggelam…

    Comment by Genghis Khan — November 14, 2010 @ 5:47 pm | Reply

  35. aq saja sebagai penduduk jawa malu punya saudara madura….
    dimana-mana sok….
    bukan miliknya tapi di aku-aku….
    pinjam malah diambil….
    dikasih hati malah mintak yanng lain….
    sadarlah,,,
    semua ini milik Allah….
    kalau pun kalian tidak sanggup memilikinya, ya jangan mengambil milik orang lain

    Comment by eko — November 16, 2010 @ 1:03 pm | Reply

  36. makane rasah podo kemaki yen ilang gundule kan bilahi.
    bless ‘n peace.

    Comment by Mc Prawoto — November 18, 2010 @ 1:25 pm | Reply

  37. org INDONESIA Ayo kita bersatu semua…
    Ngapain ribut2…

    Comment by Iv Andry — November 18, 2010 @ 11:31 pm | Reply

  38. benar benar begok yg punya blog.artikel anda hanya buat orang saling benci.dasar nya madura atau dayak itu baik.cuman orang dayak banyak yg msh bodoh maka di manfaatkan tokoh politik dayak yg kalah pilkada+dan ilmu yg di pakai dayak sesungguhnya ilmu setan.kalau orang madura harusnya tau diri hargailah pribumi.

    Comment by ahmadrock — November 19, 2010 @ 12:03 am | Reply

    • jgn smbarang bicara … kami org dayak tdk d manfaatkn oleh elit politik kami, brtahun2 kami biarkan kami d injak2 ..tp kl d injak terus tentu kami akan mnjerit … mungkin km yg bodoh … koment aja kata2mu nd brkualitas ..org dayak sangat welcome thd pendatang … krn kebaikan dan keluguanx mk pendatang seenak2x d tanah kami .. kami akan terus berjuang ..mmperjuangkn tanah leluhur kami .. dan para leluhur msh mnjaga kami, jd bukan setan2 spt yg km kira ..hati2 bicara ..kami bs cari siapa km sbnrx

      Comment by betang — January 24, 2011 @ 2:11 am | Reply

  39. madura jangan sok kuat…kamu punya celurit orang lain juga punya mandau….
    kamu kuat kalo banyak….orang juga sama….
    kamu bisa bunuh..orang juga bisa…
    kamu punya emosi…orang juga punya…

    dayak juga gitu….

    mendingan kita saling sayang-menyayangi…
    ga ada darah yang tumpah…ga ada tubuh yang tumbang…ga ada kepala yang lepas…

    mendingan kita akur and bangun negeri ini kearah metropolitan…

    salam damai dari istirdho

    Comment by istirdho — November 20, 2010 @ 4:01 am | Reply

    • baguz. . .

      Comment by fadlan — December 17, 2010 @ 3:44 pm | Reply

  40. Madura kelakuannya malu2in aja, kampungan!!!!!!!!!!!!!!! bangsat, gw tunggu di betawi lo anjing!!!!!!!!!!!

    Comment by seringai — November 26, 2010 @ 3:15 pm | Reply

  41. Bhineka Tunggal Ika woyyyyyyyyyyyyyyy. dimanapun lo berdiri, sekali maling tetap maling, maling kok sok galak, waktu gw di asrama gw nabokin anak madura gara2 peristiwa sampit dia malah petantang-petenteng di asrama. madura juancukkkkkkkkkkkkkkkkk

    Comment by seringai — November 26, 2010 @ 3:18 pm | Reply

  42. kita semua masih satu kesatuan yaitu NKRI ( negara kesatuan republik indonesia )
    jadi buat apa masalah yang telah berlalu kita ingat terus…
    Kita harus menatap kedepan supaya lebih baik lagi dalam melangkah.

    Comment by ghufron — November 30, 2010 @ 3:29 pm | Reply

  43. iya… itu betul banget mas.

    Comment by ismail — November 30, 2010 @ 3:33 pm | Reply

  44. astaqpirullah

    Comment by tomy — December 2, 2010 @ 2:27 am | Reply

  45. Wahai Saudarakoe Sebangsa Setanah Air, pertengkaran kata-kata seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah, sudahlah saudarakoe, kita bantu saudara-saudara kita yang terkena musibah, dan ingat itu pertanda bahwa Bumi kita ini tidak akan lama lagi ….. , mari kita dekatkan diri ke pada Yang Maha Kuasa, Amin

    Comment by one898 — December 7, 2010 @ 2:37 am | Reply

  46. piss in love

    Comment by kuro telo — December 11, 2010 @ 5:30 am | Reply

  47. salam damai,, saya orang madura asli..gak semua orang madura seperti itu, madura memang identik dengan kekerasan,egois dll. jangan karena ada tindakan anarkis dari orang madura sodara bisa langsung ambil kesimpulan seperti itu. coba liat madura dari sisi lain..”kerusakan yang ditimbulkan dari segelintir orang akan membawa dampak buruk pada golongan”…kami juga cinta damai…
    dan saya harap bagi yang membuat blog jangan hanya mencari kesalahan orang atau golongan..berpikirlah kearah yang lebih baek..

    GBU..

    Comment by Ilanbee — December 15, 2010 @ 11:01 am | Reply

  48. memang keparat tuu madura
    skali lagi itu madura buat onar dayak akan berTINDAK
    dengar itu

    Comment by fadlan — December 17, 2010 @ 3:42 pm | Reply

  49. bagi orang madura……
    makanya jangan berani2 membangunkan singa yang lagi tidur,,,,!!!!!
    lihat tuh mandau terbang yang memenggal kepala mu, jera ngga…………….!!!!!!!
    salam suku dayak….by suku dayak maanyan n dayak ngaju….hidup borneo….

    Comment by andrie — December 17, 2010 @ 9:39 pm | Reply

  50. Satu untuk semua.. semua untuk satu… Sadudaraku.. meskipun kita berbeda tak semestinya kita saling mengangkat senjata.. biarkanlah masa lalu jadi pelajaran berharga.. karena cinta dan damai itu perlu di tanamkan dalam diri kita.. Di mana kita berpijak di situ langit di jinjing… dan saat itu juga tali persaudaraan di jalin… perbaiki semua ini saudaraku yg di sayangi tuhan yg maha esa.. karena musuh sebenarnya musuh kita adalah hawa nafsu.. maka dari itu kalau boleh saya berpendapat… satu kanlah indonesia dg perdamaian.. saling menghormati dan menghargai satu dengan yg lainnya… karena kita semua punya agama. dan smua agama dan kepercayaan masing2 yg pastinya mengajarkan kita kebaikan.. tetap semangat dan selalu berdoa.. semoga kita semua slalu di jalan yg benar.. dan di ridho’i allah S.W.T Amin.. Peace, Love and Honor….

    Comment by yudi kaltim — December 17, 2010 @ 10:05 pm | Reply

  51. hidup panglima burung….hidup suku dayak ….. i like it…hancurkan yg buat onar apalagi di tanah sendiri

    Comment by andree — December 19, 2010 @ 2:10 am | Reply

  52. ASSALAMUALAIKUM….
    AKU ANAK LUMAJANG JAWA TIMUR………
    JIKA BOLEH AKU BILANG PALING RAMAH DAN CINTA DAMAI ADALAH SUKU MADURA………
    KELEMAHAN SUKU TERSBUT HANYALAH SENSITIF…MEREKA SANGAT MENJUNJUNG TINGGI HARGA DIRI..
    KALAU KALIAN GAK PERCAYA SILAHKAN KALIAN BERKUNJUJNG KE PULAU TERSEBUT…
    DENGAN SENANG HATI AKAN KAMI SAMBUT DENGN SENYUMAN PERSAHABATAN………..

    Comment by RONY — December 20, 2010 @ 10:49 pm | Reply

  53. Wahai pemuda-pemudi terbaik bangsa
    Bersatulah saudara-saudara ku
    Bersatulah di manapun kita berada
    Mari kita songsong hari esok
    dengan tekad dan semangat yg menyala…
    agar esok…tidak akan ada lg air mata…
    Tanamkan rasa cinta damai…
    Saling menghormati dan menghargai…
    Bersama kita yakin…
    Bersama kita pasti bisa…

    “Salam kenal dr Re…budak melayu Riau”

    Comment by Re Boedhak Melayoe — January 10, 2011 @ 12:07 am | Reply

  54. MADURA memang setan berwujud manusia. Suku bangsa yang plg enggan utk bersosialisasi dengan komunitas lain. Karena hanya mampu berkutat dengan komunitasnya sendiri. Dimana2 selalu hidup berkelompok, dan tak akan mampu exist dengan kemandiriannya. Pantas saja dimana – mana selalu jd musuh masyarakat. Udah deh, malingsia… naturalisasi saja suku ini buat kamu. Khan cocok kelakuannya…..

    Comment by totok — March 9, 2011 @ 12:43 pm | Reply

  55. Udah, g usah adu kekuatan kaya gitu dech !!!
    Mending dari masing-masing pulau (Madura & Kalimantan) diambil satu tim sepakbola terbaik.
    Ajak bertanding di tempat netral contohnya Stadion markasnya Sriwijaya FC (Kalo g salah Stadion Jakabaring y?.
    Itung-itung kesempatan buat mengorbitkan bintang sepakbola baru dari masing-masing pulau. Siapa tau pelatih TIMNAS tergugah hatinya utk merekrut bintang baru tersebut.
    Bravo Sportifitas, Bravo Sepakbola, Bravo Indonesia…

    Comment by Bonek — May 8, 2011 @ 4:02 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: